OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

OJK menargetkan bisa menjaring 10 juta agen asuransi dalam beberapa tahun ke depan, melalui kerjasamanya dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memberikan sinyal masa depan yang cerah bagi tenaga agent asuransi di Indonesia, inilah target OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi, seperti yang diberitakan melalui media online finance.detik.com/moneter/d-3117458/ojk-buka-lapangan-kerja-lewat-10-juta-agen-asuransi 

OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

Ada rencana mau merekrut 10 juta agen asuransi, bertahap selama beberapa tahun untuk bisa mengakses dan memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat, produknya asuransi mikro dan mikro syariah, juga konvensional,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, kepada detikFinance, Rabu (12/1/2016).

Selain itu, Muliaman menyebutkan, OJK juga melakukan optimalisasi kapasitas asuransi dan reasuransi dalam negeri; revitalisasi modal ventura dan pengembangan asuransi mikro; serta penyesuaian uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi Perusahaan Pembiayaan.

Muliaman menjelaskan, banyak alasan kenapa perekrutan agen asuransi dilakukan secara agresif.

Pertama, layanan dari perusahaan asuransi dan perusahaan pembiayaan cenderung memanfaatkan kantor cabang bukan hanya asuransi tapi bank, sehingga belum seluruh masyarakat Indonesia merasa dekat dengan layanan keuangan karena kantor-kantor cabang pada umumnya ada di kota-kota.

“Makanya kemarin kita sudah mulai dengan laku pandai dan sebagainya. Sekarang ini kita akan dorong semakin banyak jumlah agen, tidak hanya agen yang mewakili bank tapi juga merangkap asuransi, tidak hanya yang konvensional tapi juga syariah, terutama asuransi mikro,” terang dia.

Menurutnya, target menjaring 10 juta agen asuransi bukan sesuatu yang mustahil. Melalui kecanggihan teknologi, semua hal bisa dijangkau.

“Karena teknologi bisa memungkinkan itu terjadi. Kenapa ini memiliki urgensi tinggi? Karena kita ingin buka seluas-luasnya layanan masyarakat dan juga seluas-luasnya meningkatkan pengetahuan keuangan,” ucap Muliaman.

Selama ini, kata Muliaman, perekrutan agen asuransi cenderung sangat konvensional, kadang-kadang meminta kehadiran fisik dan cenderung administrasinya bertele-tele. Bahkan kadang-kadang proses pendidikan untuk menjadi agen juga membutuhkan waktu yang cukup lama, penyelesaian sertifikasinya karena memang tidak dilakukan secara terintegrasi.

“Kemudian apa yang sekarang terjadi di asuransi dan pembiayaan, metode pemasaran masih sangat konvensional, apalagi asuransi yang jauh kalah sama bank dan juga perusahaan pembiayaan, makanya kita ingin tingkatkan kapasitasnya,” tuturnya.

Melalui perekrutan 10 juta agen asuransi, Muliaman menyebutkan, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih mudah melakukan akses layanan keuangan yang tentu saja nantinya tidak hanya asuransi tapi layanan keuangan lainnya.

“Nah, agen asuransi ini nantinya dapat menjelaskan produk-produk asuransi kepada masyarakat, dan dengan menggunakan teknologi seperti di perbankan, mudah-mudahan bisa mempermudah kegiatan edukasinya karena nanti akan ada dukungan teknologi,” jelas dia.

Lebih jauh Muliaman menjelaskan, nantinya pola perekrutan agen asuransi dilakukan melalui pendidikan pelatihan yang standar sehingga diharapkan generasi muda khususnya mahasiswa atau wiraswasta bisa memanfaatkan peluang ini.

“Sambil kerja atau part timer dia bisa jadi agen asuransi, kalau dia sukses ada sukses fee, kalau tidak sukses dia ada minimum gaji bulanan terus on top dari itu ditentukan oleh suksesnya,” katanya.

Menurut Muliaman, dengan cara ini target 10 juta agen asuransi akan mudah dicapai.

Apalagi, kata dia, tidak ada persyaratan khusus untuk bisa menjadi agen asuransi ini.

“Kita akan manfaatkan part timer, mahasiswa, ibu rumah tangga, ini akan sangat mudah karena tidak ada syarat pendidikan dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Muliaman berharap, lewat cara ini diharapkan bisa menjadi suatu gebrakan di industri jasa keuangan sehingga masyarakat Indonesia bisa lebih melek keuangan.

“Kita akan terus memantau agen, mengutamakan lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sampai daerah dan pelosok desa. Mudah-mudahan ini menjadi satu gebrakan, dalam waktu dekat akan kita lakukan, sebelum habis tahun ini, nanti akan kita launching, akan kita buka,” pungkasnya.

Selain agen asuransi, OJK juga akan menggenjot pertumbuhan IKNB lainnya, yaitu:

  • Program 10.000 Sahabat Maritim
  • Pengembangan Asuransi Mikro & Asuransi Pertanian
  • Pengembangan Kapasitas Asuransi & Reasuransi Dalam Negeri
  • Revitalisasi Modal Ventura
  • Penyesuaian Pembiayaan Kendaraan Bermotor

Sumber: finance.detik.com